Rabu, 10 Agustus 2016 - 13:48:46 WIB
Pengalaman sebagai Praktisi di Perusahaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Terkemuka di Dunia dan
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita - Dibaca: 918 kali

Law Career Development Center Fakultas Hukum UGM kembali mengadakan seminar bekerjasama dengan Micdrosoft Indonesia. Seminar yang diselenggarakan pada hari rabu, tanggal 25 Mei 2016 ini bertemakan Pengalaman sebagai Praktisi di Perusahaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Terkemuka di Dunia dan Urgensi Regulasi Cybersecurity: Keamanan Informasi dan Privasi di Era Serba Terhubung. Seminar ini bertujuan untuk mengkaji urgensi regulasi cybersecurity dan memberikan pemahaman kepada peserta seminar terkait keamanan informasi serta privasi. Sharing pengalaman bekerja sebagai praktisi di perusahaan teknologi terkemuka di dunia juga menjadi agenda utama dalam seminar ini. LCDC FH UGM turut mengundang praktisi Microsoft Indonesia, Bapak Tony Seno Hartono selaku National Technology Officer untuk memberikan pemaparannya, namun demikian karena suatu halangan yang bersangkutan tidak dapat hadir pada seminar yang telah diagendakan.

Meski tanpa kehadiran praktisi dari Microsoft Indonesia, seminar tetap diselenggarakan dengan menghadirkan akademisi dari Fakultas Hukum UGM yang mendalami hukum terkait teknologi, Bapak Anugrah Anditya, S.H., M.H. Seminar dapat berjalan lancar dengan dipandu oleh moderator, Ibu Alfatika Aunuriella Dini, S.H., M.Kn. serta kegiatan seminar ini dibuka secara resmi oleh perwakilan dari dekanat Fakultas Hukum UGM yaitu Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Bapak Dr. Sulastriyono, S.H.,M.Si.

Permasalahan keamanan di bidang teknologi informasi sebenarnya bukan masalah baru. Risiko keamanan siber telah muncul seiring dengan pemanfaatan teknologi informasi pada berbagai bidang karena memang manfaat dan risiko merupakan dua sisi dari mata uang yang sama. Di era dunia serba terhubung dengan konektivitas tinggi seperti saat ini, cyberspace dianggap sebagai wilayah yang tidak tersentuh hukum dan juga tidak berbatas sama sekali, yang mana kebebasan dalam penggunaanya selalu menjadi isu kajian utama. Siapa saja mampu untuk terhubung dan mencari apa saja yang mereka butuhkan dari seluruh sumber yang mereka inginkan dan mengubah daya kreasi mereka ke dalam bentuk digital. Namun, beberapa pengguna internet bertindak di luar batas dan menggunakan internet untuk mencapai tujuan mereka dengan cara-cara ilegal. Hal inilah yang di kemudian hari terkenal secara umum dengan sebutan cybercrime (kejahatan dunia siber). Walaupun pengunaan istilah cybercrime ini masih deperdebatkan mengingat luasnya cakupan dari cybercrime itu sendiri, akan tetapi pengertian dasar dari cybecrime yang membedakannya dengan computer crime adalah penggunaan komputer yang terkoneksi.

Dari penyelenggaraan seminar ini dipaparkan bahwa regulasi cybersecurity menjadi urgensi karena hukum muncul bukan untuk membatasi teknologi, melainkan untuk memberi keteraturan dalam setiap penggunaan teknologi yang ada. Untuk itu, hukum sejatinya muncul untuk mengatur pengguna teknologi agar tidak menyeleweng dari aturan yang telah ditetapkan. Penggunaan internet dewasa ini harus diatur untuk menjaga dinamika keteraturan dunia cyber agar orang mengetahui tiap-tiap konsekuensi yang timbul dari setiap perilakunya (cyber action) di dunia maya dan untuk mengatur subyek atau pengguna internet agar lebih berhati-hati dalam memanfaatkan segala sumber daya yang tersedia. Pada akhirnya keterlibatan seorang ahli hukum dalam teknologi siber adalah dia harus mampu menerjemahkan bahasa teknis ke dalam bahasa hukum, sebaliknya ahli hukum juga harus mampu menerjemahkan bahasa hukum yang tercantum dalam peraturan ke dalam bahasa teknis atau bahasa sehari-hari dengan tujuan untuk memberikan edukasi komunikatif kepada pengguna teknologi.



Download




Kegiatan


    ";
 

Gedung IV Lantai 2, Fakultas Hukum UGM
Jalan Sosio Justicia No. 1, Bulaksumur,Yogyakarta 55281
Telepon : 0274 512 781 ext 2113 E-Mail : lcdc@ugm.ac.id
Website : http://lcdc.law.ugm.ac.id