Senin, 15 Januari 2018 - 16:38:04 WIB
Keluarga Alumni Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (KAHGAMA) Resmi Dibentuk
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita - Dibaca: 1367 kali

Jumat, 3 November 2017, para alumni Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada hadir di Swiss-Belhotel Mangga Besar, Jakarta, dalam rangka acara pembentukan Keluarga Alumni Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (KAHGAMA). Acara ini pun dihadiri oleh berbagai alumni yang telah bekerja di berbagai macam bidang seperti akademisi, jaksa, advokat, notaris, karwayan BUMN, karyawan swasta dan lain-lain. Dalam kesempatan kali ini pula, hadir Dekan Fakultas Hukum UGM, Prof. Dr. Sigit Riyanto, S.H., LL.M. Beliau bertindak sebagai yang memberikan pengantar dan sambutan dalam acara pembentukan KAHGAMA ini.

Dalam pengantarnya, Dekan FH UGM berharap nantinya KAHGAMA dapat menjadi sarana yang mendukung sumbangsih alumni FH UGM kepada Indonesia.

“Adanya penyatuan visi dan misi dari seluruh alumni dan pengurus Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada dapat menghadapi tantangan yang ada, dan juga pembentukan KAHGAMA merupakan systemic engagement yang dapat mendukung sumbangsih kita kepada negara”, kata Prof Sigit.

Acara pembentukan KAHGAMA ini diisi dengan pemaparan materi dari para alumni FH UGM yang berasal dari berbagai bidang pekerjaan. Acara pembentukan KAHGAMA ini dipandu oleh dua orang moderator yaitu Prof. Dr. Marsudi Triatmodjo, S.H., LL.M (Dosen Hukum Internasional FH UGM) dan Dr. Sulastriyono, S.H., M.Si (Dosen Hukum Adat FH UGM).

Dalam sesi pemaparan materi, Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, S.H. menjadi pembicara pertama. Dalam kesempatannya, beliau menyorot tentang banyaknya lulusan hukum dalam tempo waktu satu tahun. Maka dari itu, piker beliau perlunya untuk mengontrol serta memberikan masukan kepada para sarjana hukum demi tetap terjaganya kewibawaan sarjanan hukum.

“Berkaitan dengan pendidikan Ilmu Hukum di dunia pendidikan, ada kekhawatiran yang muncul ketika adanya institusi yang mengawal pendidikan hukum yang melalui jalur cepat (instant) untuk melahirkan lulusan Program Hukum. Hal ini perlu diberikan perhatian yang besar dikarenakan institusi yang bersangkutan tidak menjalankan tugas dengan semestinya. Hal ini dapat diperoleh dengan kenyataan, bahwa 1 Profesor dapat meluluskan 118 Doktor dalam 1 tahun. Oleh karena itu, Fakultas Hukum memiliki fungsi untuk mengawal atau mengontrol dan memberikan masukan kepada mahasiswa untuk menjaga kewibawan Fakultas Hukum agar hal sebagaimana yang dilakukan oleh institusi tersebut tidak terjadi.”, kata Mantan ketua Mahkamah Konstitusi Periode 2008-2013 ini.

Selanjutnya yang bertindak sebagai pembicara kedua adalah Syamsul Rakan Chaniago. Saat ini beliau berprofesi sebagai Hakim Adhoc Tipikor di Mahkamah Agung RI. Bapak Syamsul menyampaikan harapannya akan marwah fakultas hukum di masa depan nanti.

“Fakultas Hukum adalah fakultas yang disegani oleh banyak orang. Oleh sebab itu, Fakultas Hukum harus tetap berbenah diri supaya Fakultas Hukum tetap menjadi fakultas yang handal dan tetap terus berjaya di Indonesia.”, kata pria yang juga berprofesi sebagai advokat ini.

 Pembicara selanjutnya adalah Sri Rahma Chandrawati, S.H. yang saat ini berprofesi sebagai notaris sekaligus Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Dalam pemaparannya, notaris sekaligus PPAT yang memiliki kantor di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ini mendukung penuh pembentukan Keluarga Alumni Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (KAHGAMA).

“Secara individu, dukungan secara penuh diberikan untuk pembentukan KAHGAMA. Hal ini dikarenakan dengan adanya pembentukan KAHGAMA, lulusan Fakultas Hukum akan membentuk suatu ikatan, yang dapat diperumpamakan sebagai sapu lidi, yang dapat menegakkan hukum itu sendiri di Indonesia, dimana hukum memberikan kepastian dan memberikan sanksi bagi yang melakukan pelanggaran.”, tegasnya.

Dalam acara ini, mantan ketua umum DPN Perhimpunan Advokat Indonesia Periode 2005-2015, Otto Hasibuan menjadi pembicara terakhir. Ia  berharap dengan pembentukan KAHGAMA ini, kedepannya KAHGAMA dapat menjadi sarana saling tolong menolong antar alumni dan dapat mempersatukan ide-ide antara pihak FH UGM dengan para alumni.

“KAHGAMA merupakan sebuah jembatan yang dapat dipergunakan sebagai alat penghubung untuk mempersatukan ide-ide antara fakultas dan para alumni. Hal ini dikarenakan apabila tidak adanya pembentukan KAHGAMA, maka suara atau sumbangsih yang diberikan oleh para alumni akan kurang terdengar. Dengan kata lain, apabila satu alumnus berbicara sendiri atas nama pribadinya, akan berbeda dampaknya jika dibandingkan dengan satu alumnus berbicara dan mendapatkan dukungan dari KAHGAMA. Dalam hal ini, masyarakat sosial akan menganggap alumnus tersebut merupakan alumni KAHGAMA, bukan alumnus secara pribadi”, kata advokat yang namanya belakangan mencuat karena sempat menjadi kuasa hukum Jessica Wongso dalam kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin.

Setelah selesainya pemaparan dari beberapa pembicara, acara dilanjutkan dengan pengesahan pembentukan kepengurusan KAHGAMA. Rangkaian acara ini pun ditutup dengan sesi foto bersama para pengurus KAHGAMA. (AF)



Download




Kegiatan


    ";
 

Gedung IV Lantai 2, Fakultas Hukum UGM
Jalan Sosio Justicia No. 1, Bulaksumur,Yogyakarta 55281
Telepon : 0274 512 781 ext 2113 E-Mail : lcdc@ugm.ac.id
Website : http://lcdc.law.ugm.ac.id