Selasa, 15 Juli 2014 - 07:23:57 WIB
Lasijah Soetanto, S.H.
Diposting oleh :
Kategori: - Dibaca: 915 kali

Mantan Menteri Muda Urusan Peranan Wanita (1978-1983) dan Menteri Negara Urusan Peranan Wanita (1983-1988), ini pantas dijuluki guru perempuan Indonesia. Dengan keteladanan dia mendorong perempuan Indonesia untuk berperan dalam berbagai profesi dan kegiatan pembangunan, sekaligus tetap melaksanakan tugas utamanya sebagai seorang ibu sesuai dengan kodratnya.

Keaktifan berorganisasi mengantarkan Lasijah Soetanto, puteri bangsa kelahiran Bantul, 13 Agustus 1924, ini dipercaya menjabat menteri yang mengurusi peranan wanita dalam dua periode. Alumni Fakultas Hukum UGM, Yogyakarta (1962, ini sebelum menjabat menteri sempat duduk sebagai anggota MPR/DPR-RI, dari unsur Golkar. Kala itu, Lasiyah menjabat Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Kongres Wanita Indonesia (DPP Kowani).

Lulusan HIS (1937), Gouvernments MULI (1940) dan B-1 Bahasa Inggris (1951), semuanya di Yogyakarta, ini memang sejak remaja aktif berorganisasi. Putri kesepuluh dari 11 bersaudara ini aktif dalam kepanduan di Yogyakarta.

Kemudian, beliau melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum UGM, hingga lulus hampir bersamaan (1962). Pertama kali bekerja sebagai guru Christelijke Schake School di Wonogiri, 1941. Kemudian menjadi guru Neutral School, SMP Puro Pakualaman, SGA Stella Duce dan SMA Bopkri di kota yang sama di Yogyakarta.

Setelah menamatkan kuliahnya dari Fakultas Hukum UGM, beliaupun dipercaya menjadi asisten dosen riset hukum adat di almamaternya (1962). Kemudian menjadi dosen bahasa Prancis FKIP, dosen Fakultas Sastra UGM dan dosen hukum perdata di universitas Atmajaya. Tahun 1972, ia pun menggondol Diploma de Sorbonne Trois, Paris.

Kala suaminya, menjabat Kepala Lalu Lintas PJKA Balai Besar Bandung, Lasijah sangat aktif menjabat Kepala Lalu Lintas PJKA Balai besar Bandung, Lasiyah sangat aktif menjabat Ketua Ikatan Wanita Kereta Api (IWKA). Itulah kemudian yang mengantarkannya terpilih sebagai Ketua Umum DPP Kowani. Kemudian, menjadi anggota MPR/DPR-RI, dari unsur Golkar sebelum diangkat menjadi menteri muda urusan peranan wanita.

Selain itu, Lasiyah yang mahir empat bahasa asing, juga aktif di organisasi Perhimpunan Sarjana Hukum Indonesia (Persahi) Yogyakarta, menjabat bendahara. Kemudian menjadi  Wakil Ketua Persahi Pusat. Dia juga menjabat Sekretaris Yayasan Kanker.

Selama dia menjabat Menteri Negara Urusan Peranan Wanita, dia berhasil menggelorakan peningkatan peran wanita dalam pembangunan. Dia mendorong para perempuan melakukan peran ganda sebagai ibu rumah tangga dan sebagai sumber daya manusia dalam gerak pembangunan. 


    0 Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Komentar
     
     (Masukkan 2 kode diatas)

     

Download




Kegiatan


    ";
 

Gedung IV Lantai 2, Fakultas Hukum UGM
Jalan Sosio Justicia No. 1, Bulaksumur,Yogyakarta 55281
Telepon : 0274 512 781 ext 2113 E-Mail : lcdc@ugm.ac.id
Website : http://lcdc.law.ugm.ac.id